Website Seputar Berita Floweraceh – 15 Juni 2026 | Granit Xhaka, kapten tim nasional Swiss dan Sunderland, telah menunjukkan kemampuan luar biasa di lapangan sepak bola. Dengan pengalaman dan kepemimpinannya, Xhaka siap mengemban tanggung jawab besar di Piala Dunia 2026.
Profil dan Karir Granit Xhaka
Granit Xhaka lahir pada 27 September 1992 di Basel, Swiss. Ia memulai karir sepak bolanya di Basel, sebelum bergabung dengan Borussia Mönchengladbach di Jerman. Pada 2016, Xhaka bergabung dengan Arsenal dan kemudian pindah ke Sunderland pada 2023.
Xhaka telah menjadi bagian penting dari tim nasional Swiss, dengan 107 caps dan 12 gol. Ia juga pernah bermain di Piala Dunia 2014 dan 2018, serta Kejuaraan Eropa 2016 dan 2020.
Peran Xhaka di Sunderland dan Tim Nasional Swiss
Di Sunderland, Xhaka telah menunjukkan kemampuan sebagai pemain tengah yang kuat dan kreatif. Ia telah mencetak 5 gol dan 10 assist di musim 2022-2023, membantu Sunderland promosi ke Liga Premier.
Di tim nasional Swiss, Xhaka telah menjadi kapten tim sejak 2019. Ia telah memimpin tim dalam beberapa pertandingan penting, termasuk kemenangan 3-2 atas Serbia di Piala Dunia 2018.
Persiapan Xhaka untuk Piala Dunia 2026
Xhaka telah menyatakan bahwa Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen terakhirnya di level internasional. Ia ingin meninggalkan kesan yang kuat dan membantu Swiss mencapai kesuksesan di turnamen tersebut.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Xhaka telah mempersiapkan diri dengan baik. Ia telah bekerja keras di lapangan latihan, meningkatkan kondisi fisik dan teknik sepak bolanya.
| Tahun | Tim | Penampilan | Gol |
|---|---|---|---|
| 2014 | Swiss | 10 | 2 |
| 2018 | Swiss | 12 | 3 |
| 2022-2023 | Sunderland | 35 | 5 |
Xhaka juga telah meminta dukungan dari fans dan rekan-rekannya di tim nasional Swiss. Ia percaya bahwa dengan kerja sama dan semangat, Swiss dapat mencapai kesuksesan di Piala Dunia 2026.
- Xhaka telah memenangkan 107 caps dengan tim nasional Swiss.
- Ia telah mencetak 12 gol untuk Swiss.
- Xhaka telah bermain di Piala Dunia 2014 dan 2018, serta Kejuaraan Eropa 2016 dan 2020.
Dengan pengalaman, kemampuan, dan kepemimpinan Xhaka, Swiss memiliki harapan besar untuk mencapai kesuksesan di Piala Dunia 2026. Xhaka siap mengemban tanggung jawab besar dan membawa Swiss ke babak final turnamen tersebut.



