Website Seputar Berita Floweraceh – 11 Juni 2026 | Massa yang melakukan aksi demonstrasi di Cikini, Jakarta Pusat, menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang diberlakukan oleh pemerintah. Aksi demonstrasi ini berlangsung pada malam hari dan dihadiri oleh ratusan orang.
Penyebab Demo
Penyebab demo ini adalah kenaikan harga BBM yang dianggap terlalu tinggi oleh masyarakat. Harga BBM yang naik menyebabkan biaya hidup masyarakat meningkat, sehingga mereka melakukan aksi demonstrasi untuk menuntut pemerintah untuk menurunkan harga BBM.
Proses Demo
Proses demo berlangsung dengan damai, namun beberapa kali terjadi bentrokan antara massa dengan polisi. Massa melakukan aksi bakar ban dan membentangkan spanduk yang bertuliskan tuntutan mereka. Polisi melakukan upaya untuk membubarkan massa, namun mereka tetap bertahan dan melakukan aksi demonstrasi.
Dampak Demo
Dampak demo ini adalah kemacetan lalu lintas di sekitar lokasi demo. Banyak kendaraan yang terjebak dalam kemacetan, sehingga menyebabkan keterlambatan bagi pengguna jalan. Selain itu, demo ini juga berdampak pada kegiatan ekonomi, karena beberapa toko dan tempat usaha tutup karena demo.
Polisi melakukan upaya untuk mengamankan lokasi demo dan mencegah bentrokan antara massa dengan polisi. Mereka juga melakukan upaya untuk membubarkan massa dan mengembalikan keadaan ke normal.
Berikut adalah tabel perbandingan harga BBM sebelum dan sesudah kenaikan:
| Harga BBM | Sebelum Kenaikan | Sesudah Kenaikan |
|---|---|---|
| Pertamax | Rp 7.500 | Rp 10.000 |
| Pertalite | Rp 6.500 | Rp 8.500 |
| Premium | Rp 5.500 | Rp 7.000 |
Beberapa poin penting yang menjadi tuntutan massa dalam demo ini adalah:
- Menurunkan harga BBM
- Meningkatkan subsidi BBM
- Mengontrol harga BBM
Demo ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat peduli dengan kenaikan harga BBM dan ingin pemerintah melakukan sesuatu untuk mengatasi masalah ini.



